H Sururi Kembali Pimpin Pergunu Jatim, Kiai Asep Persilakan Guru Kuliah S2-S3 di IKHAC

  • Whatsapp
Ketua Umum PP Pergunu, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MAg, memberikan arahan dan motivasi kepada peserta, saat pembukaan Konferwil Pergunu Jatim, di Gedung Tarbiyah IKHAC, Pacet, Mojokerto (18/12/2022).

MOJOKERTO (AmanatulUmmah.com) – Setelah melalui musyawarah bertahap yang cukup panjang, akhirnya Konferensi Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Jawa Timur (Konferwil Pergunu Jatim), kembali memilih H Sururi, untuk memimpin Pergunu Jawa Timur, masa bhakti 2022 – 2027. Konferwil yang digelar selama sehari itu dilaksanakan di Gedung Tarbiyah, Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC), Pacet, Mojokerto, Minggu (18/12/2022).

Konferwil dibuka langsung oleh Ketua Umum Pergunu Pusat, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MAg. Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep mengharapkan agar Pergunu Jatim semakin kompak dan solid, sehingga bisa melaksanakan semua programnya dengan baik. Khususnya program peningkatan kompetensi guru ajar.
Sehubungan dengan itu, Kiai Asep menyarankan untuk mengambil kesempatan dengan kuliah lagi di S2 untuk gelar master, dan S3 untuk mengambil doktor, di IKHAC. Selain program mandiri, IKHAC juga menyediakan program beasiswa untuk para guru Pergunu yang memenuhi syarat.

“Monggo dimanfaatkan semaksimal mungkin. IKHAC membuat sistem yang baru, sebuah terobosan, sehingga menjamin mahasiswa pasca sarjanannya untuk studi tepat waktu (2 tahun) mencapai gelar doktor tanpa mengorbankan kualitas,” tegas Kiai Asep yang juga pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto ini.

“Kami juga menjalin kerjasama dengan universitas-universitas Islam kenamaan di dunia. Dan dalam waktu dekat, saya akan road show ke universitas di Mesir, Maroko, Tunisia, dan Qatar. Semua dalam rangka menjadikan IKHAC setara atau bahkan melebihi universitas-universitas tersebut. Maju dan berkualitas,” pungkas Kiai Asep.

Para peserta Konferwil Pergunu Jatim, yang berasal dari 33 Kabupaten/ Kota di seluruh Jatim, tampak penuh khidmat, mengikuti tahapan-tahapan acara konferwil.

Sebelumnya, H Sururi, Ketua Pergunu Jatim, dalam laporan pertanggungjawabannya mengatakan bahwa saat ini Pergunu sudah “bangun”. Semua program-programnya sudah terlaksana dengan baik, sehingga ke depan jangan sampai “tertidur”.

Di masing-masing kabupaten / kota, sudah bermunculan tokoh-tokoh Pergunu, yang cukup mumpuni. “Jadi kalau ada pelatihan, seminar, muskerda dan kegiatan lainnya, tokoh-tokoh tersebut sudah bisa maju dan tampil. Sudah mampu menghadirkan bupati atau walikota bila ada acara Pergunu,” katanya.

Dalam lima tahun terakhir, menurut Sururi, sudah dilakukan konsolidasi organisasi dengan baik, sudah terbentuk pengurus tingkat kabupaten dan tingkat kecamatan. Pergunu juga sudah bekerjasama dengan Aswaja Center dan juga LP Ma’arif NU.

Di bawah kepemimpinannya, tidak ada konflik di Pergunu. Karena dirinya tidak akan mentolerir munculnya indikasi-indikasi campur tangan luar, tekanan dari luar, bisa memecahkan kesatuan dan kekompakan Pergunu.

Sementara itu, Syamsul Anam, Ketua Pergunu Gresik, pada kesempatan tersebut mengusulkan perlunya tunjangan pada operator sekolah. Hal ini mengingat tanggungjawabnya cukup besar. Kedua, dia mengusulkan adanya bantuan sarpras (sarana prasarana) untuk SMA / SMK / MA tanpa melihat jumlah siswa, namun cukup melihat legalitasnya, terutama dalam pemberian DAK. Usulan ke tiga, kata dia, agar PP Pergunu mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbudristek dan DPR RI, untuk menyetarakan sekolah, antara negeri dan swasta. Jadi menghilangkan frasa negeri. “Ini perlu, agar tidak terjadi diskriminasi. Sehingga dalam komunikasi menghilangkan kata negeri. Jadi cukup MA Gresik, SMA Jombang, SMK Nganjuk dan seterusnya,” katanya. (din)

iklanMAI

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *