Gus Barra Jadi Bupati Mojokerto, Dibuka Penyalur Kredit Tanpa Bunga di Tiap Kecamatan dan Sekolah Gratis

  • Whatsapp

MOJOKERTO (AmanatulUmmah.com) – Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MAg, pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, memiliki rencana untuk membuka perwakilan di setiap kecamatan di Kabupaten Mojokerto, untuk memberikan pinjaman uang tanpa bunga. Hal itu berlaku bagi para mustahik (orang miskin yang berhak mendapatkan zakat, dan pembebasan utang, Red.).

Bacaan Lainnya

Hal ini seiring dengan cita-cita Kiai Asep agar masyarakat kecil bisa terbebas dari lilitan utang (rente) dan bisa memiliki modal untuk membuka usaha kecil. Sehingga bisa produktif, dan mempercepat menuju Mojokerto yang Maju, Adil dan Makmur.

Kiai Asep mengatakan itu di depan para politisi dan kader-kader partai yang mendukung Dr Muhammad Al Barra Lc., MHum, untuk menjadi Bupati Mojokerto pada tahun 2024 nanti, dalam acara terpisah.

“Jadi hal itu bisa terealisasi kalau Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto. Karena diperlukan kewenangan setingkat Bupati,” kata Kiai Asep, di depan para kader PAN, Gerindra, dan PDIP pada Sabtu-Minggu, 17-18 Desember 2022 di Gedung Guest House IKHAC, Pacet, Mojokerto.

Seperti diketahui, saat ini sudah ada lima partai yang memastikan diri, mengusung Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto 2024-2029. Mereka adalah PAN (2 kursi), Partai Demokrat (5 kursi), Partai Nasdem (3 kursi), Partai Gerindra (3 kursi) dan PDIP (9 kursi). Sementara PKS (4 kursi) dan PKB (10 kursi), masih dalam proses pendekatan. Untuk itu Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sudah sowan ke Kiai Asep beberapa waktu lalu.

Lalu bagaimana bentuk dan pelaksanaan teknisnya untuk mewujudkan program tersebut? Dijelaskan Kiai Asep, soal bentuk dan pelaksanaan teknis, nanti dibicarakan, dimatangkan oleh para eksekutif di Pemkab Mojokerto.

“Namun dalam gambaran saya, ada perwakilan di setiap kecamatan. Saya akan beri modal masing-masing kecamatan Rp 1 miliar. Yang diberi utang, diutamakan para mustahik (orang miskin yang berhak menerima zakat dan pembebasan utang),” jelasnya.

“Nanti, yang membayar (mengangsur) tidak hanya mustahik tersebut. Namun Lembaga Baznas Mojokerto, juga harus menyalurkan dananya untuk meringankan utang tersebut. Jadi misalnya, panjenengan masuk golongan mustahik, pinjam uang Rp 1 juta untuk modal kerja. Nah, panjenengan nantinya cukup mengangsur Rp 500 ribu saja, sedang yang Rp 500 ribu sisanya, dibayar oleh Baznas Mojokerto. Kemudian hasil angsuran, akan digulirkan lagi ke mustahik-mustahik lainnya, bergantian. InsyaAllah dalam 1-2 tahun, masyarakat miskin Mojokerto bisa bebas utang dan bisa berusaha produktif,” jelas Kiai Asep lagi, yang disambut tupuk tangan meriah dari para kader-kader partai.
Diakui oleh Kiai, ide dan pemikiran tersebut, perlu digodok matang. Terutama masalah lembaga penyalurannya, sistemnya, persyaratan-persyaratan, dan tak kalah pentingnya, kejujuran dan kesungguhan para mustahik untuk maju.

“Ya jangan sampai pinjam uang, untuk foya-foya atau judi,” kata Kiai Asep. “Harus benar-benar sesuai niat, kalau niatnya untuk bayar utang, ya bayar utang. Kalau untuk modal kerja usaha kecil, ya untuk modal kerja. Dan harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan jangan lupa berdo’a terus,” ingat Kiai Asep.

Sekolah Gratis

Pada kesempatan tersebut, Kiai Asep juga berencana untuk mensupport anak-anak Mojokerto untuk sekolah dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.

Sebetulnya Ponpes Amanatul Ummah sudah melakukan model ini, sudah lama, sudah 8 tahun. Karena di antara sekolah-sekolah di Ponpes Amanatul Ummah, tingkat SMP, Tsanawiyah, Aliyah, atau SMA, ada satu sekolah tingkat Aliyah (lokasinya di sebelah utara kampus IKHAC) yang gratis, mendapatkan makan siang gratis, dan ke depan akan dilengkapi dengan bus antar jemput, untuk siswa yang rumahnya jauh, juga gratis.

Konsep ini, akan dipelajari untuk bisa diterapkan lebih banyak oleh sekolah-sekolah lainnya di Mojokerto.

Sedang untuk tingkat mahasiswa, juga akan dibuatkan model, agar lebih banyak lulusan SLTA yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

Dalam hal ini, Gus Barra kepada wartawan Amanatul Ummah pernah mengatakan, akan membuat program Satu Rumah Satu Sarjana. Untuk itu, akan diupayakan bea siswa dari APBD Pemkab Mojokerto, serta kemungkinan ditambah dari lembaga sosial pendidikan luar negeri yang memberikan bea siswa.

Selain masalah sekolah, Yayasan Amanatul Ummah juga sudah lama meminjamkan mobil perkawinan / kemanten untuk warga Mojokerto. Selama ini masih ada 3 mobil yang disiapkan. Yakni 1 unit Alphard, 1 unit sedan Mercy dan 1 unit sedan Camry. Nanti bila lebih banyak yang pinjam, bila perlu mobilnya ditambah.
Program-program yang disebutkan Kiai Asep, sangat antusias disambut oleh para kader – kader partai.

Liwetan

Sedang untuk kerukunan, evaluasi perjuangan para kader, maka Kiai Asep meminta untuk dilakukan acara liwetan di setiap desa. Mungkin sebulan sekali atau sesuai kesepakatan.

Yang perlu dievaluasi misalnya, kemampuan human relationship masing – masing kader dalam merekrut partisan. “Jadi harus simpatik, supel, responsive dan lain sebagainya. Termasuk saling memberi semangat antar kader,” katanya.

Untuk acara forum liwetan di setiap desa, Kiai Asep siap membantu beras sedang lauk pauknya, dari para Caleg, baik Caleg DPR RI, DPRD Provinsi atau DPRD Mojokerto secara bergantian.

Sementara itu, Ketua Harimau Mojokerto Nusantara, yang lebih dikenal sebagai Sang Panglima, mengharapkan, karena pendukung Gus Barra ada lima partai plus gerakan-gerakan rakyat yang lain (Bekisar, HMN dll), maka harus rukun di antara kader di lapangan. Jangan sampai bertengkar karena berebut partisan. Arahan Kiai Asep dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu 17-18/12/2022 pada 500 kader Partai PAN, PDIP dan Partai Gerindra sekitar 400 kader. (din)

iklanMAI

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *