Gubernur Khofifah Minta Pergunu dan LP Ma’arif Saling ‘Nyekrup’

  • Whatsapp
Tonton Pidato Gubernur Khofifah soal LP Ma’arif dan Pergunu ini.

SURABAYA|AmanatulUmmah.com – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) menyambung dengan Persatuan Guru NU (Pergunu). Hal itu disampaikan Khofifah yang juga Ketua PBNU ini saat Malam Inagurasi Rapat Kerja Nasional LP Ma’arif NU di Pusat Oleh-oleh dan Resto Ken Dedes, Kota Batu, Minggu (28/8/2022).

Khofifah lalu memberi ulasan soal pendidikan madrasah pesantren yang menjadi pembahasaan dalam pertemuan di Tokyo yang terjadi 12 tahun silam. Kesimpulannya bahwa pendidikan pesantren yang dulu ndeso bisa berkembang luar biasa, modern dan berkualitas.

“Sehingga peran LP Ma’arif juga luar biasa dalam meningkatkan pendidikan. Bahkan Unisma (Universitas Islam Malang–kampus di bawah naungan NU, Red.) menjadi perguruan tinggi berskala global,” katanya.

Dalam sambutannya berjudul Peran LP Ma’arif dalam Pembangunan Pendidikan Unggul Berkelanjutan di Era Society 5.0, Khofifah mengatakan, bahwa LP Ma’arif dan Pergunu harus menyatu. Harus “nyekrup”, harus menyambung, karena sekarang sangat banyak perubahan di dunia pendidikan. Inovasi-inovasi pembelajaran, kata dia, semua berangkat dari inovasi dari para guru.

“Karena itu suatu saat perlu ada pertemuan bersama khusus antara LP Ma’arif dengan Pergunu,” katanya.

Gubernur Khofifah dalam paparannya lalu memberi contoh ketika Hiroshima dan Nagasaki di Jepang hancur oleh serangan bom atom Amerika Serikat. Saat itu Kaisar Hirohito mengumpulkan semua jenderalnya. Lalu Sang Kaisar menanyakan kepada mereka,” Berapa jumlah guru yang masih tersisa. Kumpulkanlah sejumlah guru yang masih tersisa di seluruh pelosok kerajaan ini karena sekarang kepada mereka kita akan bertumpu, bukan pada kekuatan pasukan.”

Gubernur memberi gambaran betapa pentingnya peran guru dalam membangun kemajuan bangsa dan negara. Dia pun kembali memberi contoh Unisma yang menjadi jujukan masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi dengan tenaga pendidikan yang berkualitas.

“Mahasiswanya banyak, harus ada kader-kader dari daerah lain,” katanya.

Pengurus Wilayah Pergunu Jatim maupun PW LP Ma’arif NU Jatim menyambut positif permintaan Gubernur tersebut. Namun demikian, sebenarnya sudah lama antara LP Ma’arif dan Pergunu menjalin kerjasama untuk meningkatkan kualitas para guru dan pendidikan di lingkungan NU.

Bukan hanya Unisma, Ponpes Amanatul Ummah juga memiliki kampus yang megah. Namanya Institut KH Abdul Chalim, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi pondok. IKHAC sekarang sudah memiliki program doktoral atau S3 dan segera membangun kampus bertaraf internasional. Mahasiswanya tersebar dari seluruh pelosok tanah air. Bahkan datang dari 9 negara lain. Sebagian di antara mereka masuk IKHC melalui beasiswa yang diseleksi melalui Pergunu di masing-masing wilayah. (gas)

iklanMAI

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *