Catatan Santri, Dari Tabligh Akbar Hingga Kunjungan SKPI Jakarta Bersama Tengku Wisnu dan Taushiyah Motivasi Ust. Oemar Mita di Pesantren “Amanah” Poso

Tabligh Akbar

Santri Ponpes Islam “Amanah” Putra Poso turut serta mengikuti tabligh akbar bertemakan ‘Membingkai Hati Membangun Persaudaraan’ pada Sabtu, (8/9/2018).

Kegiatan bertempat di lapangan GOR Kasintuwu Poso ini diselenggarakan oleh Serikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Jakarta bekerjasama dengan belasan ormas Islam, KNPI, Polres, dan MUI Poso.

Hadir pula di atas panggung Sekprov Sulteng, Bupati, ketua MUI dan Ketua Yayasan Wakaf Amanatul Ummah (YWAU) Poso untuk memberi sambutan dan dukungan pada kegiatan tersebut yang juga dihadiri anggota DPR pusat, Dandim dan Kapolres Poso.

Tabligh Akbar dimulai setelah shalat dhuhur dan diisi oleh para da’i nasional dari SKPI ; Ust. Oemar Mita, Ust. Mundzir Situmorang, Ust. Ahmad Ridwan dan Ust. Fadil Mulyono.

Artis kondang seperti Tengku Wisnu dan Mario Irwinsyah pun ikut serta dalam rombongan SKPI tersebut. Beliau berdua tampil sebagai pemandu acara tabligh akbar sehingga semakin menambah kemeriahan moment akbar persaudaraan ini.

Antusiasme dan partisipasi masyarakat sangat luar biasa. Tenda-tenda yang di sediakan panitia tidak mampu menampung ribuan peserta dari berbagai daerah dan kabupaten di Sulawesi Tengah. Merekapun merelakan dirinya berada di luar tenda untuk mendengarkan ceramah.

Tidak ketinggalan pula santri ponpes Islam “Amanah” Putra Poso. Dengan penuh hikmat dan semangat mereka mengikuti setiap rangkaian acara hingga selesai.

Tabligh Akbar berjalan dengan sukses dan lancar hingga selesai pukul 17:00 WITA. Kemudian para peserta meninggalkan lapangan dengan tertib dan aman.

Kunjungan Ke Pesantren
Setelah turut serta mengikuti tabligh akbar, santri Ponpes Islam “Amanah” Putra Poso mendapat kunjungan rombongan SKPI, Ahad (9/9/2018).

Kedatangan rombongan berjumlah belasan orang ini tiba di pesantren pukul 09:10 WITA dan langsung mendapat sambutan hangat dengan pekikan takbir dari para pengasuh dan santri.

Diantara yang hadir dalam rombongan SKPI, Ust. Munzir Situmorang, Ust. Oemar Mita dan Ust. Ahmad Ridwan serta sejumlah artis kondang seperti Tengku  Wisnu dan Mario Irwinsyah.

Dalam kesempatan tersebut, secara bergantian para ustadz memberikan tausiyah dan motivasi di hadapan seluruh santri bertempat di lapangan pesantren.

Ust. Ahmad Ridwan, Lc sebagai pemberi tausiyah pertama menyampaikan beberapa pesan penting ;

1. Tetap menjadi orang yang berkomitmen untuk shaleh.
2. Tetap terus di jalan ini, karena ini adalah jalan orang-orang yang terpilih.
3. Tetap terus mengemban jalan ini karena ini jalannya para nabi.
4. Tetap terus istiqomah di atas jalan ini, karena jalan ini hanya untuk orang-orang yang siap memikul dan berada di jalan ini.

Taushiyah Ust. Oemar Mita, Lc
Kemudian taushiyah dilanjutkan oleh ustadz Oemar Mita, Lc. Beliau selain dikenal sebagai da’i nasional, juga banyak memberikan ceramah-ceramah inspiratif yang dapat diakses melalui channel YouTube ‘Oemar Mita Syameela’ yang telah diikuti puluhan ribu pengunjung.

Di saat terik matahari mulai menyengat, dengan penuh semangat beliau memberikan motivasi kepada para santri. Berikut penyampaian taushiyah beliau,

“Para ulama menjelaskan bahwa sesungguhnya beban agama ini tidak bisa dipikul kecuali oleh orang-orang yang berazam kuat dan bertekad besar, dan itu ada pada diri antum.

Jadilah orang-orang yang akan membawa agama ini tegak di atas muka bumi.
Jadilah orang-orang yang menjadikan agama ini harum, dicium anak cucu kita dengan aroma-aroma yang wangi.
Jadilah orang-orang yang menjadikan agaman ini punya izzah, punya kedudukan, yang menjadikan agama ini agama yang paling  mulia dan itu ada di pundak antum.

Kami-kami hanyalah orang tua yang sebentar lagi mendekati liang kubur dan berkalang di dalam kubur dan menutup mata.

Antum akan melanjutkan perjuangannya ini, maka jadilah pemuda sebagaimana 10 orang sahabat yang kemudian dijanjikan surga. Sebagaimana Muhammad Al-Fatih yang kemudian mengguncangkan konstantinopel.
Orang yang tidak pernah letih untuk belajar, karena barang siapa yang awal kehidupannya bersemangat, diakhir kehidupannya dia akan cemerlang.

Antum beruntung tinggal di pondok bersama orang yang shalih dan yang ikhlas dan orang yang pandai. Orang yang mengajarkan agama adalah orang yang memiliki kepandaian.

Antum diasah akalnya, diasah otaknya, tapi antum bukan hanya diasah akalnya, antum diasah hatinya. Karena tidak ada yang bisa menyentuh hati antum kecuali ada orang yang ikhlash dan orang yang shalih.

Ustadz-ustadz antum hari ini bersama dengan antum, membersamai antum dalam shalat berjamaah, membersamai antum dalam shalat malam dan itu tidak akan pernah antum dapatkan dalam pendidikan negeri.

Bersyukur menjadi orang yang menjadi bagian dari pondok pesantren. Dari antum, agama ini agak tegak dan mewangi dibatas bumi ini”, tegas beliau.

Dengan penuh hikmat dan antusias, seluruh santri mendengarkan serta memperhatikan setiap yang disampaikan oleh para ustadz tersebut.

Kunjungan singkat yang berakhir pukul 09:30 WITA ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri bagi santri. Pasalnya, mereka dan keluarga besar pesantren dapat memetik hikmah ilmu, akhlak serta manfaat lainnya dari para ustadz tersebut.

Kemudian dengan diantar beberapa pengasuh dan santri bersama pengantar lainnya, rombongam SKPI melanjutkan perjalanan menuju bandara Kasiguncu untuk bertolak pulang menuju Jakarta. [Crew]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *